<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349</id><updated>2011-08-26T23:21:31.005+07:00</updated><title type='text'>Solidaritas</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-7834437764458317669</id><published>2010-11-28T23:07:00.003+07:00</published><updated>2010-11-28T23:12:24.305+07:00</updated><title type='text'>Kenaikan Harga Beras, Spekulan Bergentayangan..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TPJ-2GvlzNI/AAAAAAAAAnA/bUdlZlt_tLw/s1600/fadil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TPJ-2GvlzNI/AAAAAAAAAnA/bUdlZlt_tLw/s200/fadil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544633559234759890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga beras di akhir tahun (November-Desember) ini tidak menjadikan petani untung, Justeru para spekulan yang banyak mengambil kesempatan.  Bulan ini merupakan masa tanam di berbagai daerah, sebagaimana kita ketahui, sistem lumbung di petani sudah menghilang. Petani selalu menjual langsung hasil panennya dengan sistem tebasan, dikarenakan kebutuhan uang tunai untuk menggarap sawah pada musim tanam berikutnya. Tentunya pada saat kenaikan harga saat ini justeru petani harus membeli beras dengan mahal. namun pada saat panen raya harga-harga gabah sangat murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kenaikan harga ini disinyalir dipicu oleh turunnya produksi akibat perubahan iklim dan banyaknya hama penyakit, tetapi seharusnya pemerintah melakukan proses antisipatif terhadap kondisi ini sehingga tidak menyebabkan harga beras melambung tinggi. Dalam hal ini peran lumbung pangan atau koperasi tunda jual merupakan jawaban untuk menjaga stok pangan di daerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang harus dicermati, kenaikan harga ini juga disebabkan aksi para spekulan menjelang ditetapkannya inpres perberasan, dimana hampir dipastikan tiap awal tahun pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP). Hal ini menyebabkan para spekulan memborong beras dan ditimbun untuk dijual pada awal tahun 2011.  Dalam hal ini seharusnya pemerintah harus segera berkoordinasi dengan pedagang beras untuk tidak melakukan aksi penimbunan. Pemerintah harus melakukan pengawasan secara ketat, jika hal ini dibiarkan maka kejadian ini akan selalu berulang diakhir tahun berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-7834437764458317669?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2010/11/25/kenaikan-harga-beras-spekulan-bergentayangan/' title='Kenaikan Harga Beras, Spekulan Bergentayangan..'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/7834437764458317669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=7834437764458317669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/7834437764458317669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/7834437764458317669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2010/11/kenaikan-harga-beras-spekulan.html' title='Kenaikan Harga Beras, Spekulan Bergentayangan..'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TPJ-2GvlzNI/AAAAAAAAAnA/bUdlZlt_tLw/s72-c/fadil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-4887934275133124169</id><published>2010-08-23T15:11:00.001+07:00</published><updated>2010-08-23T18:48:33.720+07:00</updated><title type='text'>PRAKTEK PENYILANGAN BENIH PADI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJfuMllEUI/AAAAAAAAAlY/rpVENR3DbPs/s1600/padi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJfuMllEUI/AAAAAAAAAlY/rpVENR3DbPs/s200/padi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508570541485003074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pengetahuan yang didperoleh dalam pelatihan penyilangan benih padi yang dilaksanakan pada bulan juli 2009 di Indramayu, 15 orang petani dari Aliansi Petani Padi Organik Kabupaten Boyolali (APPOLI) pada tanggal 28-30 April 2010 melakukan praktek penyilangan benih padi varietas pandan wangi dengan IR 64 dan Ketan Lusi dengan Ciherang. Praktek ini dilaksanakan di Rumah Bapak Cipto sebagai Ketua Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Praktek ini di fasilitatori oleh Bapak Cipto yang pernah ikut pelatihan di Indramayu, dibantu oleh M fadlil kirom dari Seknas Aliansi Petani Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari praktek ini adalah Meningkatkan kapasitas dan menguatkan posisi petani dalam mata rantai produksi beras dan mewujudkan kedaulatan pangan di pedesaan, Meningkatkan kualitas gabah dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mutu, Menyeleksi benih unggul agar menjadi benih  idaman di masing-masing tempat atau wilayah dan Mengembangkan benih unggul menjadi varietas yang disukai petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama diisi dengan materi perkenalan, masalah-masalah pertanian secara umum, pemahaman tanaman padi (ciri umum dan manfaat), dan Sumber bahan baku yang ada di lokal. Beberapa temuan permasalahan petani diantaranya ketergantungan benih (harus beli), kualitas benih jelek, pupuk kimia mahal, Banyaknya hama (wereng dan penggerek batang), harga selalu jatuh terutama saat panen raya, kehidupan sehari-hari kebutuhannya meningkat, bulog tidak efektif, keasaman tanah semakin meningkat, debit air menurun, saluran rusak,adanya alih fungsi air oleh perusahaan, berkurangnya luas lahan  tanah ke non pertanian, hutan masyarakat dan perhutani gundul, peran pemerintah dalam hal kebijakan dan modal kurang, peran kelompok tani belum optimal baik di desa, organisasi petani belum bersatu baik tingkat desa, kabupaten dan nasional, Tidak memiliki ternak untuk produksi kompos dan derasnya impor pertanian dan peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bahan baku padi lokal yang biasa ditanam diantaranya : &lt;br /&gt;Varietas Sifat Varietas Sifat&lt;br /&gt;Mentik Susu Aroma wangi&lt;br /&gt;Rasanya enak&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Umur 105 hari&lt;br /&gt;Tahan hama&lt;br /&gt;Irit pupuk&lt;br /&gt;Per ha 7,2 ton Pandan wangi Aroma wangi&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Umur 105 hari&lt;br /&gt;Tahan hama&lt;br /&gt;Batang tidak kuat&lt;br /&gt;Per ha 6,5 ton&lt;br /&gt;IR 64 Tidak aromatik&lt;br /&gt;Rasanya biasa&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Umur 98-100&lt;br /&gt;Kurang tahan hama&lt;br /&gt;Anakan lebih banyak&lt;br /&gt;Per ha 6,6 ton Ciherang Tidak kuat batangnya&lt;br /&gt;Agak tahan hama&lt;br /&gt;Produksi 6,6-9 ton&lt;br /&gt;Membramo Mudah roboh&lt;br /&gt;Kurang pulen&lt;br /&gt;Kurang berisi&lt;br /&gt; Ketan lusi Umur 105 hari&lt;br /&gt;Aromaric&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Batang kokoh&lt;br /&gt;Produksi 6 ton&lt;br /&gt;Unggul-unggul Tidak aromatik&lt;br /&gt;Keras&lt;br /&gt;Umur 90-95 hari&lt;br /&gt;Batang tidak kuat&lt;br /&gt;Tahan hama Slegreng Umur 85 hari&lt;br /&gt;Isinya banyak&lt;br /&gt;Hemat pupuk dan air&lt;br /&gt;Per ha : 5,5 ton&lt;br /&gt;Warna merah, tidak aromatic&lt;br /&gt;Kulitnya tipis&lt;br /&gt;Shinta Nour Per ha : 8 Ton&lt;br /&gt;Hemat pupuk&lt;br /&gt;Aromatik&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Umur 90-100 hari mekongga Umur 95-100&lt;br /&gt;Tidak aromatik&lt;br /&gt;Kurang pulen&lt;br /&gt;Tahan penyakit&lt;br /&gt;Anakan banyak&lt;br /&gt;Per ha : 7 ton&lt;br /&gt;Padi hitam Umur 95-100 hari&lt;br /&gt;Per ha : 5 ton&lt;br /&gt;Hemat pupuk&lt;br /&gt;Pulen&lt;br /&gt;Warna hitam&lt;br /&gt;Tahan kering&lt;br /&gt;Obat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan bahan baku dilakukan dengan melakukan skoring oleh peserta  sebelum melakukan praktek pengebirian. Hasil Pemetaan bahan baku sebagai berikut :&lt;br /&gt;Aspek Mentik Susu Pandan Wangi IR 64 Cihe&lt;br /&gt;rang Memb&lt;br /&gt;ramo Ketan lusi Unggul-unggul Sleg&lt;br /&gt;reng Sinta noer Mekongga&lt;br /&gt;Pulen 5 5 3 3 3 5 1 2 4 4&lt;br /&gt;Umur Pendek 1 2 3 2 3 4 5 5 2 3&lt;br /&gt;Tahan Hama 4 2 1 2 2 4 5 5 2 1&lt;br /&gt;Produktifitas 3 4 5 4 3 2 1 1 4 5&lt;br /&gt;Nilai Jual 5 4 3 3 4 5 1 4 4 3&lt;br /&gt;Aromatik 5 5 2 2 3 2 1 1 4 2&lt;br /&gt;Disukai pasar 5 4 5 4 4 5 1 4 4 3&lt;br /&gt;Hemat Pupuk 5 4 1 1 2 4 5 5 4 1&lt;br /&gt;Warna Cerah 4 4 3 3 5 4 5 1 3 3&lt;br /&gt;Batang Kuat 3 1 5 5 2 4 1 1 2 4&lt;br /&gt;Adaptasi mudah 5 5 1 1 2 3 3 4 3 2&lt;br /&gt; 45 (1) 40 (3) 32(7) 30 (9) 33 (6) 42 (2) 29 (10) 33 (5) 35 (4) 31 (8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat pengebirian :&lt;br /&gt;1. Tanaman padi harus sehat&lt;br /&gt;2. jika ditanam di media pot min 10 hari sebelumnya harus dipindah, lebih baik sejak kecil&lt;br /&gt;3. cara menggunting harus segitiga&lt;br /&gt;4. putik tidak boleh rusak&lt;br /&gt;5. daun tidak boleh rusak&lt;br /&gt;6. batang tidak boleh patah&lt;br /&gt;7. memisahkan benang sari harus hati-hati&lt;br /&gt;8. penggunaan amplop:&lt;br /&gt;- penulisan harus betul&lt;br /&gt;- harus tertutup rapat&lt;br /&gt;9. perawatan dan pengamatan selama 7 hari&lt;br /&gt;10. selisih umur pejantan dan betina harus diketahui&lt;br /&gt;11. waktu pengebirian jam 09-12 siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal-hal yang diperhatikan sebelum penyilangan&lt;br /&gt;1. Jika ada warna putih pada bulir betina berarti sudah tidak bisa disilangkan&lt;br /&gt;2. umur pejantan mempengaruhi banyaknya tepungsari&lt;br /&gt;3. jika malai pejantan dipotong resikonya terbawa angin&lt;br /&gt;4. memotong pejantan harus pagi hari (6-7)&lt;br /&gt;5. Pejantan yang sudah dipotong diberi media air agar tidak layu&lt;br /&gt;6. waktu penyerbukan harus memperhatikan arah angin&lt;br /&gt;7. jangan sampai daun dan batang patah&lt;br /&gt;8. melepas dan memasang amplop harus hati-hati jangan sampai rusak&lt;br /&gt;9. waktu pemotongan betina ke penyerbukan 1 hari dengan tujuan untuk mengetahui berhasilnya pemotongan betina&lt;br /&gt;10. keberhasilan penyerbukan dapat diketahui setelah 1 minggu ditandai dengan adanya isi pada bulir padi betina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tindak Lanjut&lt;br /&gt;1. Kelompok&lt;br /&gt;- Pengembangan penyilangan&lt;br /&gt;- Sosialisasi ke anggota&lt;br /&gt;- Praktek ditiap anggota dan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Appoli&lt;br /&gt;- Mendampingi kelompok&lt;br /&gt;- Memfasilitasi pelatihan&lt;br /&gt;- Dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. API&lt;br /&gt;- mendampingi APPOLI&lt;br /&gt;- memfasilitasi lokakarya hasil&lt;br /&gt;- membantu informasi tentang pembenihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-4887934275133124169?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/4887934275133124169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=4887934275133124169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/4887934275133124169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/4887934275133124169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2010/08/praktek-penyilangan-benih-padi.html' title='PRAKTEK PENYILANGAN BENIH PADI'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJfuMllEUI/AAAAAAAAAlY/rpVENR3DbPs/s72-c/padi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-4434655160657271789</id><published>2010-08-23T14:33:00.001+07:00</published><updated>2010-08-23T18:42:00.312+07:00</updated><title type='text'>KETRAMPILAN MEMBATIK DAN PENDAPATAN PETANI PEREMPUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJeaxQmhHI/AAAAAAAAAlQ/hYiZGIBXNsk/s1600/Membatik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJeaxQmhHI/AAAAAAAAAlQ/hYiZGIBXNsk/s200/Membatik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508569108220118130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brebes, 15-23 Juli 2010; sekitar 30 perempuan yang sebagian besar petani dari desa Bentar dan Bentarsari kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melaksanakan pelatihan ketrampilan Membatik . pelatihan ini difasilitasi oleh Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Brebes. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan pembatik agar memperoleh batik tulis  yang berkualitas dimana akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Fasilitator pada pelatihan ini adalah Bapak Abdul Khanan sebagai pemilik galeri Batik Tulis Khas Brebes yang berlokasi di  Kecamatan Bumiayu dan Ibu Hj Suratni sebagai Pelopor Batik di Desa Bentar Kecamatan Salem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Singkat Batik  Tulis Brebes &lt;br /&gt;Batik Brebes berkembang pada akhir abad 19 (tahun 1860-an) berkat perjuangan sepasang suami istri yang bernama Bapak Soetarso dari Desa Bentar Sari Kecamatan Salem, Brebes dan Ibu Sartoemi dari Wiradesa Pekalongan. Keahlian Ibu Sartoemi diperoleh dari keluarganya yang juga pembuat batik pekalongan. Setelah beliau menetap di Brebes dikembangkanlah motif batik yang sesuai dengan budaya lokal.&lt;br /&gt;Pada tahap awal ciri khas motif batik Brebes berupa Glathik Emas dan Soga Berlian, namun pada berikutnya berkembang juga motif Kangkung dan motif Sayur Asem yang lebih akrab dengan keadaan masyarakat yang sehari-harinya bertani. dan dua motif tersebut dapat diterima oleh masyarakat . &lt;br /&gt;Sekarang ini perkembangan batik Brebes yang berbasis industri kecil mengalami kemajuan yang cukup pesat , pada satu dasa warsa belakangan ini, sudah ada lebih dari 200 KK yang tersebar di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang menggeluti dunia batik , tentunya usaha kerajinan batik ini sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat pembatik yang ada di daerah Salem Brebes.&lt;br /&gt; Adanya penerimaan pasar yang cukup baik terhadap produk batik Brebes, bisa dimengerti dari makna yang terkandung dalam motif Kangkung dan motif Sayur Asem. Secara filosofis orang jawa memaknai Kangkung dihubungkan dengan kata “Galih Kangkung”, yang merupakan simbolis dari tahapan moral, yaitu keikhlasan, sebab Galih Kangkung berbeda dengan Galih Jati dan Galih Asem. Jika Galih Kangkung ( Hatinya Kangkung itu Ikhlas, tanpa pamrih), namun Galih Jati dan Galih Asem masih ada bekasnya. Jadi Galih Kangkung bermakna kebesaran batin, sedangkan Galih Jati dan Galih Asem adalah kebesaran Lahir. Tentu simbol Kangkung ini sangat suci dan luhur dimana batik juga merupakan karya anak bangsa yang harus dilestarikan, agar tidak lupa sejarah dan tergantung dengan bangsa lain. Motif Sayur Asem juga menunjukkan proses jalan dan tahapan kehidupan sebagaimana Sayur Asem yang bahan-bahannya warna-warni, dari darat dan laut, manis, pahit dan asamnya kehidupan harus dijadikan bekal amal di dunia dan di akhirat nanti. Lebih lanjut Kebhinnekaan Sayur Asem menunjukkan perbedaan antar suku, agama, dan bahasa di Indonesia, sehingga harus bersatu agar nusantara menjadi bangsa yang tangguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pelatihan&lt;br /&gt;Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Bentar kecamatan Salem. Kegiatan ini dimulai dari jam 08.00- 13.00 selama 9 hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Desa Bentar, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Brebes, dan Perwakilan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Brebes. Hari kedua sampai hari keempat diisi dengan materi design batik,  hari kelima dan keenam diisi pengenalan teknologi ”Kerekan”, hari ke tujuh dan ke delapan belajar tentang pewarnaan dan hari terakhir diisi dengan Evaluasi dan penutupan acara oleh Dinas terkait.&lt;br /&gt;Secara umum peserta pelatihan memiliki partisipasi yang cukup baik, pelatihan ini dilaksanakan dengan metode orang dewasa sehingga ketika ada materi yang tidak dipahami, langsung saja para peserta bertanya pada fasilitator. Hasil nyata dari pelatihan ini adalah adanya hasil batik tulis yang lebih baik dari sebelumnya, efisiensi waktu pembuatan batik melalui teknologi kerekan, dan meningkatnya kemampuan design para peserta pelatihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membatik Sebagai kegiatan Off Farm Petani Perempuan&lt;br /&gt;Secara umum pembatik di kecamatan salem adalah petani perempuan. Mereka melakukan kegiatan membatik digunakan sebagai usaha sampingan diluar usaha pertanian yang menjadi sumber pokok pendapatan keluarga. Kegiatan membatik dilakukan setelah menyelesaikan kegiatan produksi pertanian di sawah ataupun diladang. Pada musim tanam dan musim panen yang memerlukan waktu  lebih besar untuk di sawah atau ladang, produksi batik akan menurun. Akan tetapi ketika pasca musim tanam dan sebelum musim panen, petani perempuan mempunyai waktu yang lebih banyak untuk memproduksi batik. &lt;br /&gt;Dalam satu bulan petani perempuan hanya mampu memproduksi maksimal tiga potong kain batik tulis, dengan penghasilan tambahan maksimal sebesar Rp 200.000. Pendapatan ini cukup membantu keluarga petani terutama di musim tanam dan paceklik, dimana petani sangat membutuhkan uang untuk keperluan produksi dan kebutuhan sehari-hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-4434655160657271789?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/4434655160657271789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=4434655160657271789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/4434655160657271789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/4434655160657271789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2010/08/ketrampilan-membatik-dan-pendapatan.html' title='KETRAMPILAN MEMBATIK DAN PENDAPATAN PETANI PEREMPUAN'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJeaxQmhHI/AAAAAAAAAlQ/hYiZGIBXNsk/s72-c/Membatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-3324481920458101577</id><published>2010-08-23T14:28:00.001+07:00</published><updated>2010-08-23T18:37:15.908+07:00</updated><title type='text'>Koperasi Mertani Alami (METAL); Strategi  Memutus Mata Rantai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJaxzsDvTI/AAAAAAAAAlI/nW0In1MsFwA/s1600/100_9474.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJaxzsDvTI/AAAAAAAAAlI/nW0In1MsFwA/s200/100_9474.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508565105962630450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 2009 tepatnya tanggal 22 Desember, 25 orang petani anggota Jaringan Musyawarah Petani (JAMUNI) Brebes berkumpul di Rumah Bapak Amin Desa Linggapura Kecamatan Tonjong untuk membentuk Koperasi. Hadir dalam pertemuan ini Pengurus Jamuni, Seknas API dan Penyuluh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Brebes.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dimulai dengan  sambutan dari Bapak Amin selaku ketua Koperasi, dilanjutkan Bapak Riva Sagni selaku Dewan Tani Jamuni, M Fadlil kirom dari Seknas Api. Setelah itu ada proses penyuluhan dari Dinkop dan UKM yang diwakili Bapak Gunanto.  Materi dari penyuluhan tersebut berupa tujuan membentuk koperasi, syarat-syarat pembentukan koperasi, penyusunan pengurus, iuran wajib dan  iuran pokok, dan pembagian Sisa Hasil Usaha serta proses legalisasi koperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pembentukan koperasi  ini sebenarnya bertujuan untuk mensejahterakan petani dengan cara mengembangkan usaha bersama di bidang produksi pertanian dan distribusi hasil-hasil pertanian. Koperasi ini diharapkan mampu menampung hasil produksi petani dan melakukan pemasaran bersama hasil produksi petani secara adil sehingga mampu memutus mata rantai distribusi. Dalam hal ini anggota Koperasi yang bernama ”Koperasi Mertani Alami (METAL)” mengembangkan padi organik. Jenis usaha yang akan dikembangkan pada tahap awal adalah produksi pupuk organik dan beras organik. Sasaran konsumen koperasi mulai dari anggota, petani non anggota, pedagang lokal, hingga instansi pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk organik yang dikembangkan berupa pupuk kompos dan pupuk cair secara umum memiliki permintaan yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan kualitas produk yang baik dan harga yang lebih rendah dibanding produsen pupuk lainnya. Sementara untuk produk beras organik yang dikembangkan adalah varietas pandan wangi dan  IR 64 juga memiliki permintaan yang cukup tinggi, tetapi masih harus diperbaiki dengan menggunakan sistem pengendalian internal (ICS) di tingkat kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 6 bulan berjalan, kini koperasi ”Metal” sudah memiliki badan hukum dan telah memulai usaha menjual pupuk kompos organik sebanyak 22 ton senilai Rp 11.000.000. Koperasi juga berhasil membangun jaringan dengan Gapoktan Kecamatan salem, PT Laut selatan  Kecamatan Larangan, Brebes dan KSU Barokah Kecamatan Margasari Kabupaten tegal dalam hal suplai pupuk kompos. Untuk beras organik masih dilakukan penjualan secara individu, karena kurangnya SDM pemasaran di koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa permasalahan yang dihadapi selama ini diantaranya manajemen yang tertata, pendataan anggota masih belum optimal, belum memiliki penggilingan khusus padi organik, pengemasan yang belum rapi, dan pengumpulan modal yang masih kecil, serta mekanisme penentuan harga produk yang belum stabil karena masih mengikuti mekanisme pasar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-3324481920458101577?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/3324481920458101577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=3324481920458101577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/3324481920458101577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/3324481920458101577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2010/08/koperasi-mertani-alami-metal-strategi.html' title='Koperasi Mertani Alami (METAL); Strategi  Memutus Mata Rantai'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/THJaxzsDvTI/AAAAAAAAAlI/nW0In1MsFwA/s72-c/100_9474.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-798181781449191626</id><published>2010-06-21T20:13:00.003+07:00</published><updated>2010-07-12T16:18:18.075+07:00</updated><title type='text'>Cerita Sukses Petani Anggota API</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEq64OUCCI/AAAAAAAAAjg/C6qeTjWP1aw/s1600/pvt.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEq64OUCCI/AAAAAAAAAjg/C6qeTjWP1aw/s200/pvt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485713012127172642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 13 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitator: M. Nur Uddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uddin: Setelah Munas ada Rapim maksimal 6 bulan kedepan untuk membuat Renstra yang pernah disusun di Ponpesnya Gus Dur. Tentang cerita keberhasilan, petani memiliki produk terseleksi yang akan dikembangkan. Misal Bina Tani punya produksi jagung siapa yang mau beli, Pak Dakir punya mangga kering. Di Pontianak membutuhkan cabe kering 500 kg per 2 hari membutuhkan internal control system yang harus dikembangkan organisasi tani. Pak Sambito mengirim buah duku ke Kramat Jati dari PPJ. Veco punya isu besar masalah pangan terutama beras. API menawarkan program ke Agriterra tentang profilling. Salah satu mitra Agriterra adalah HPSP dari Kedutaan Belanda. Keberhasilan tidak ditentukan Seknas melainkan organisasi tani bisa menyusun programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifai: Anggota API yang tercatat ada 150.000 orang. Bila itu semua makan beras berapa banyak yang dibutuhkan. Harapannya potensi yang besar ini bisa termanfaatkan untuk saling bertukar informasi pasar. Di Sumbawa ada lembu dan madu, di Palembang ada Nanas, Kediri ada benih jagung, Batu ada apel. Kita bisa melihat kemungkinan adanya kerjasama yang menguntungkan antar petani. Dengan rantai distribusi ini keuntungan tidak keluar dari lingkaran kita dan bisa saling membantu. Diantara kita ada produk terseleksi silahkan menyampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uddin: Penyelesaian konflik agraria tidak dikesampingkan cuma proporsinya dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust. Aminullah: Saya minta penjelasan potensi produk petani. Saya siap jadi agen penjual di Sulawesi. Masalahnya sekarang perusahaan hanya mau membeli jagung saja. Produk pertanian disana mau dijual kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nardi: Kami dari SPTM di Malang Selatan ada beberapa organisasi yang mendukung API. Selama ini kami berkejasama dengan API banyak hal yang sudah dibangun seperti sistem pertanian organik untuk tanaman kopi. Petani ingin mengubah agar cara bertani organik dan berkelanjutan. Kami sedang mempersiapkan tempat untuk depo organik. Ini ada kaitannya dengan program Kementerian Desa Tertinggal. Kalau ini sudah sukses diterapkan di daerah basis kami bisa membantu di daerah Bapak untuk penanamannya sampai pasarnya. Potensi di masig-masing serikat beraneka ragam perlu ditonjolkan. Salah satu petani lebah di Kecamatan Tumpang sampai ada 2 ton madu yang bisa dikunjungi untuk belajar. Setelah ini jangan terlalu masuk kedalam konflik yang terlalu berkepanjangan nanti ekonominya bisa rapuh. Jadi ekonominya kuat dan konflik bisa selesai. Di daerah kami ada 2 komoditas andalan yaitu kopi robusta dan nilam. Titip pesan di daerah dataran tinggi agar bisa dibudidayakan kentang putih dan ketela pohon yang warnanya kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudzakkir: Kalau kita akan bicara konsep pasar itu mudah saja. Kita sudah punya produk tinggal bagaimana mulai distribusi pasarnya. Kalau sudah bicara bisnis bicara untung rugi. Saya produksi rokok jiduran ke Lumajang tapi kawan-kawan tidak bisa menyalurkan dan menjual. Tidak usah modal asal percaya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawud: Misalnya Pak Ustad kesulitan menjual jagung kalau Kediri dikontak siap. Kalau jaraknya jauh kita minta banyak untuk menutupi biaya transportasi. Sebenarnya Kediri sudah mulai. Hari ini kita menghidupi organisaasi tapi suatu saat organisasi harus bisa menghidupi kita, ini realita. Bina Tani kemarin sudah mulai mencoba akses pasar. Saat Pak Sambito pesan jagung 15 ton sebenarnya kita sudah mencoba membuat konsep. Kalau kita dapat akses pasar dari API kita harus punya kontribusi ke serikat dan API. Tapi ini masih belum bisa jalan. Saya berharap nantinya kita bisa memperkuat organisasi dari sisi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani: Proses Munas sudah selesai. Tentang produksi dan pemasaran langkah pertama melakukan pendataan mengenai produk unggulan dan produksinya berapa. Ini mempermudah kontak person. Kemudian sistemnya dibuat dan jangan sampai muncul bisnis personal, ini harus dijaga. Bagaimana membangun bisnis tingkat lokal sampai nasional. Yang dibangun ekonomi kerakyatan, misalnya koperasi. KWD Koperasi Warga Desa di tingkat desa, di tingkat kecamatan ada koperasi sendiri seperti di SPP. SPP juga membuat semacam mini market di kecamatan yang akan menjual produk-produk pertanian. Di SPP sudah melakukan pengembangan bibit kentang, karet dan coklat, ada juga sayu mayur, cabe, minyak akar rawit dan tanaman palagung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don Boru: Sudah ada produk-produk tinggal bagaimana konsep distribusinya. Kita tinggal membangun sistem pasar yang benar-benar berpihak pada petani. Modal bukan uang tapi sistem yang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalmi: salah satu cara untuk meningkatkan derajat petani adalah berkelompok. Saya 6 tahun di koperasi ada juga kelemahan-kelemahan. Says setuju namanya KWD. Kalau dibatasi gerak koperasi akan terbatasi supaya lebih baik namanya koperasi saja atas tidak ada batasan. Kalau bicara pasar itu bisnis, bisnis harus terkonsep. Itu kayaknya mudah tapi tidak semudah itu karena kita berhadapan dengan orang-orang profesional. di Thailand dan Filipna sudah ada kesadaran orang berlomba-lomba pada mutu. Ketika kita ngirim kita satu nama API. Kalau hanya satu orangyang berbuat bisa hancur kita. Kita harus tahu keadaan API sekarang. Kita mulai hal-hal kecil dan menimba pengalaman. Kalau dari kelompok kita sosialnya uga kita tekankan tidak hanya bisnisnya. Seperti dalam Reforma Agraria kalau takut-takut jangan berani, kalau berani jangan takut-takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambito: Saya membagi pengalaman tentang kegagalan. Watak kita adalah watak malu, kalau gagal kita malu. Pernah bangun jaringan pasar dengan teman-teman LSM itu gagal karena ini dianggap berasnya funding. Waktu saya di API di Taiwan minta gaplek itu gagal karena kita tidak memenuhi standar. Maka kita perlu data produksi yang mampu melayani pasar, kedua kualitas. Terakhir duku dengan PPJ itu gagal total 1 rit karena kualitasnya tidak dijaga. Kejujuran harus seimbang. Pernah ada permintaan jagung. Jagung yang baik kadar airnya 15% sementara di petani rata-rata 20%. Saya sarankan ke Ketua Dewan Tani dan Sekjen lembaga ekonomi diadakan sendiri. Kedepan kita jangan sampai gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uddin: Ini menjadi catatan bagi Seknas untuk menyusun strategi program 2009-2012 tentang penataan produksi dan akses pasar. Kita punya modal 10 juta untuk sekolah pembenihan padi di Indramayu selama 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil (Veco): Mulai di Veco Jakarta Oktober 2008. selama ini lebih banyak di bidang perburuhan, baru sekarang di pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambito: Ada petani yang mengira bayar iuran berarti akan dibagi tanah. Ini perlu pemahaman pentingnya tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudzakkir: Bagaimana ikan yang paling kecil di laut tidak bisa dimakan paus bila tidak berpisah. Ikan kecil memberi pelajaran kalau kita berjalan harus bergerombol.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-798181781449191626?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/798181781449191626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=798181781449191626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/798181781449191626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/798181781449191626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2010/06/cerita-sukses-petani-anggota-api.html' title='Cerita Sukses Petani Anggota API'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEq64OUCCI/AAAAAAAAAjg/C6qeTjWP1aw/s72-c/pvt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-6037883640613276049</id><published>2009-04-07T10:06:00.003+07:00</published><updated>2010-06-23T04:24:31.678+07:00</updated><title type='text'>Pesan Solidaritas untuk API</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEo7-etxzI/AAAAAAAAAjY/X_RzpDHpIII/s1600/MAY+DAY...JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEo7-etxzI/AAAAAAAAAjY/X_RzpDHpIII/s200/MAY+DAY...JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485710831963195186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kawan-kawan API&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih telah memberikan kami kesempatan menyampaikan pesan-pesan solidaritas dalam kongres Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Solidaritas untuk API &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ingin memberi selamat kepada Api yang berhasil memperkenalkan perlawanan dan perjuangan melawan liberalisasi pertanian dan membuat basis petani untuk mengembangkan pemikiran alternatif. Upaya API membebaskan para petani dari eksploitasi sangat mendesak dan dibutuhkan dalam rentang waktu sejarah ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan petani sangat penting untuk pengembangan kemanusiaan dan pembangunan yang otentik. Hal ini menjadi kebutuhan genting jutaan manusia di dunia. Sekelompok petani kecil dan terpinggirkan, buruh tani tanpa lahan dan petani perempuan di dalamnya, terus menerus menjadi kelompok sering dieksploitasi di dunia. Situasi penindasan dan krisis mereka tidaklah baru…. dan tidak juga berkembang. Dikutuk oleh kesengsaraan dan penghinaan, petani kecil dan tanpa lahan hanya punya sedikit harapan yang dapat diandalkan, demi memastikan keberlangsungan hidup, kecuali bergabung dalam barisan besar pekerja urban yang datang ke kota-kota modern nan menghimpit.&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok petani ini hidup di daerah negara berkembang yang telah lama menganggap pertanian sebagai “anak tiri”, atau jika seseorang mengerti pandangan historisnya, tak pernah memiliki kesempatan untuk menurunkannya ke generasi yang lebih muda. Dengan gempuran globalisasi ekonomi yang neoliberal situasi petani kian memburuk. Kurang lebih 25 tahun, peran negara mendukung pertanian makin mengecil mengabaikan potensi pertanian itu sendiri di banyak negara-negara berkembang. Bahkan di banyak bagian tempat mereka tinggal, mereka menyaksikan keuntungan revolusi pertanian di beberapa belahan dunia seperti Asia Timur, Amerika Latin, India dan Pakistan, petani kecil tak pernah memiliki akses dan menjadi bagian dalam perubahan pertanian. Sebagian besar wilayah pertanian Afrika kerap dianaktirikan dan terus menderita keputusasaan dalam fase perkembangan pasca kolonial.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya petani untuk memperbaharui diri mereka dengan bekerja keras juga telah ditolak. Harga pangan internasional masih terlalu rendah bagi petani di negara berkembang demi menghidupi diri mereka sendiri, menabung untuk produksi, memperbaharui diri mereka, dan membantu pengembangan diri mereka. Kecewa pada harga komoditi pertanian, seperti kita tahu adalah akibat dari surplus produksi di beberapa daerah yang sering dibantu pemerintah dalam pengembangannya. Hanya dengan subsidi penuh pertanian di negara Utara mampu memproduksi pangan dengan harga rendah dan mengambil untung dari perdagangan bebas untuk mengekspor ke luar negeri. Ini adalah penting untuk menekankan bahwa perdagangan pertanian internasional cenderung berhubungan dengan harga terendah yang ditawarkan eksportir dari produk yang surplus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melihat bagaimana harga rendah membawa kepada bencana kelaparan dan kemiskinan – menyingkirkan jutaan petani dari pertanian, selagi membawa ketidakmampuan mengonsumsi dan menggunakan sumber daya pertanian dimana para petani tinggal. Indonesia tidaklah asing dengan bencana seperti itu selama krisis hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun telah menyaksikan bagaimana kontrol terhadap pengetahuan dan teknologi telah bergeser menjauhi petani dari keuntungan dari korporasi besar. Instrumen dari Intellectual Property Rights, rekayasa genetik dan kontrol teknologi di tangan multinasional berarti hak petani untuk menggunakan pengetahuan tradisional demi kesejahteraan mereka telah dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak negara berkembang yang pertaniannya tak terurus, sering terkena pajak dan tidak diproteksi penuh, tak punya kesempatan untuk berkembang. Secara terus menerus telah dirampok oleh persaingan Utara-Selatan dan Selatan-Selatan, kejatuhan harga dan eksodus besar-besaran petani dari pertanian. Setelah sekian lama, para petani mengajukan pertanyaan sederhana. Mengapa kami tidak diberi kewenangan membuat kebijakan demi kebaikan kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani yang melarikan diri tak punya tempat tujuan lagi. Industrialisasi tak pernah memberi kesempatan untuk berkembang sebagaimana mestinya, selama tahap awal pembangunan pasca penjajahan. Impian Bandung untuk perbaikan pasca penjajahan tidak berbuah hasil. Sejak 1980-an, pemaksaan kebijakan pemerintah, deregulasi, relokasi dan kepentingan bisnis dari modal bebas telah berkolaborasi untuk menjamin impian indah dari negara terjajah tetap merupakan impian di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dunia bangkit menyadari kepada strategi anti krisis dan penyadaran bahwa seuluruh kehidupan membutuhkan alernatif perubahan jika masih ingin melihat ketahanan jangka panjang dalam soal pangan dan membangun kemanusiaan beberapa tahun ke depan, sangat jelas bahwa strategi tersebut membutuhkan pengembangan di dasar ekonomi petani miskin. Bentuk strategi ini membutuhkan diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Meningkatkan produksi pangan, ketersediaan dan akses yang didasarkan pada Kedaulatan Pangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Membalikkan ketidakpedulian kebijakan dari pengembangan ekonomi menuju kedaualatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Menaikkan harga komoditi pertanian secara bertahap dan wajar, demi pertumbuhan pertanian di area tempat eksodus sedang gencar-gencarnya, untuk menjamin keamanan petani dari krisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Mempromosikan, melalui paragidma kebijakan dan bantuan dari anggaran negara yang ditujukan pada pertanian termasuk subsidi beberapa pertanian untuk berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Menjamin kontrol masyarakat terhadap pengetahuan dan teknologi di semua bidang, termasuk yang genting di bidang pertanian. Menjamin melalui penelitian dan pengembangan publik, investasi dalam pengetahuan dan teknologi dan perluasan pelayanan untuk ketahanan hingga skala kecil pertanian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Melindungi petani dan pekerja melalui pengurangan pajak (langsung dan tak langsung) dalam pertanian dan menaikkan pajak impor dasar pangan dan barang-barang pertanian lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Menaikkan penawaran dan penanaman modal di ekonomi lokal. Menaikkan tingkat pembelian dari si miskin dan negara-negara LDC dimana kebutuhan yang tidak terpenuhi dapat segera diketahui.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Menaikkan upah dan status pegawai tetap. Garansi untuk bekerja dan mempekerjakan dan upah layak sangat penting untuk memacu pembangunan manusia dan pengembangan yang oto-sentris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Melanjutkan Reforma Agraria, termasuk didalamnya kebijakan lahan, kebijakan publik dan biodiversitas dan pembaruan industrialisasi, khususnya di pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  10. Perlindungan yang kontinyu – Perlindungan sosial untuk mengganti kerugian sejarah, perlindungan sosial ditawarkan dalam segi hak dan paket yang komprehensif. Diantaranya, sebagai contoh; dana pensiun, transfer tunai, program jaminan pekerja dan pembekalan sosial bagi kelompok yang rapuh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kongres API datang, berefleksi, melihat dan mengkonsolidasi sejauh mana perkembangannya, kami berharap Anda dapat membagi strategi dan kesuksesan dengan perjuangan yang juga dilakukan di belahan dunia Selatan. Kesuksesan dan harapan Anda semoga dapat menjadi referensi bagi informasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan doa dan harapan &lt;br /&gt;Dalam solidaritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandeep Chachra&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-6037883640613276049?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/6037883640613276049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=6037883640613276049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/6037883640613276049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/6037883640613276049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2009/04/pesan-solidaritas-untuk-api.html' title='Pesan Solidaritas untuk API'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-OBbHjRXuDA/TCEo7-etxzI/AAAAAAAAAjY/X_RzpDHpIII/s72-c/MAY+DAY...JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3984823313961769349.post-7289051348882627120</id><published>2008-01-24T23:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-29T06:08:32.806+07:00</updated><title type='text'>Berjalan untuk Tanah..Berjalan untuk Keadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-OBbHjRXuDA/R55gKUQq1AI/AAAAAAAAAOA/Wzr-TUCD5C0/s1600-h/samilao.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-OBbHjRXuDA/R55gKUQq1AI/AAAAAAAAAOA/Wzr-TUCD5C0/s320/samilao.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160667953366750210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lakaw Sumilao!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; 54 petani dari Sumilao (Philipina), melakukan aksi jalan kaki (long march) dari Bukidnon menuju Manila pada 10 Oktober sampai dengan 10 desember, yakni meliputi jarak 1700 kilometer, demimeminta kepada Presiden Gloria Macapagal Arroyo untuk membagikan tanah tanah adat (nenek moyang) mereka berdasar program reforma agraria. &lt;div&gt;&lt;p&gt;mereka telah menantang kelelahan, panas dan badai. mereka rela bertahan untuk jauh dari rumah, berada di tempat tempat tak pasti, dengan hasil yang tak pasti pula. sebagian besar dari mereka (selama ini) telah menderita akibat ulah orang-orang tak berperasaan yang telah mengambil tanah mereka dan menolak memberikan apa yang semustinya menjadi hak mereka. Mereka tidak memiliki apa apa, selain SOLIDARITAS dan kebajikan serta HARAPAN bahwa..kelak pada akhirnya kebenaran dan keadilan sosial akan MENANG !&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari bersama kita support perjuangan mereka. selengkapnya kunjungi update berita mengenai perjuangan rakyat Sumilao di http://sumilaomarch.multiply.com/&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;[Dzi]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3984823313961769349-7289051348882627120?l=api-solidaritas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sumilaomarch.multiply.com/' title='Berjalan untuk Tanah..Berjalan untuk Keadilan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/feeds/7289051348882627120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3984823313961769349&amp;postID=7289051348882627120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/7289051348882627120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3984823313961769349/posts/default/7289051348882627120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://api-solidaritas.blogspot.com/2008/01/maaf.html' title='Berjalan untuk Tanah..Berjalan untuk Keadilan'/><author><name>Aliansi Petani Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16881271013838009804</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://i134.photobucket.com/albums/q89/lodzi/headpadi_kanan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-OBbHjRXuDA/R55gKUQq1AI/AAAAAAAAAOA/Wzr-TUCD5C0/s72-c/samilao.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
